Thursday, 27 June 2013 09:53   
ISPO Bukan Saingan RSPO

Perusahaan perkebunan kelapa sawit tidak perlu bingung soal keberadaan ISPO dan RSPO. “ISPO merupakan kewajiban. Sertifikat ISPO menunjukkan bahwa perusahaan itu sudah taat pada semua aturan yang berlaku di Indonesia. Tidak perlu mengkaitkan dengan pasar. Kalau sudah aturan maka penghargaan pasar akan menyusul,”kata  Hendrajat Natawidjaja, Direktur Tanaman Tahunan, Ditjen Perkebunan.

ISPO tidak bisa dikatakan lebih baik atau lebih jelek ketimbang RSPO. Kedua-duanya baik hanya pendekatanya berbeda. ISPO berdasarkan pada aturan yang berlaku, sehingga tidak ada istilah mayor dan minor, semua prinsip dan criteria harus dilaksanakan. Bila tidak memenuhi syarat maka harus diperbaiki dulu.

ISPO juga menjadi alat kampanye hijau bagai kelapa sawit Indonesia. Dengan sertifikat ISPO berarti semua aturan yang mewajibkan kelapa sawit berkelanjutan ditaati, berarti kelapa sawit itu ramah lingkungan.

Sertifikat bisa diberikan per kebun atau atas nama kelompok usaha. Sertifikat yang diberikan pada kelompok usaha syaratnya l semua kebun di kelompok itu  sistimnya sama dan diawasi secara ketat oleh manajemen kelompok perusahaan itu.

Saat ini sudah ada 266 orang auditor ISPO yang tersebar di lembaga sertfikasi, perusahaan perkebunan, dinas-dinas yang membawahi perkebunan dan konsultan.Sosialisasi juga terus dilaksanakan di propinsi sentra sawit sedang ke luar negeri ke RRC, India dan Pakistan sebagai pembeli utama.

ISPO juga terus melakukan pendekatan pada lembaga sertifikat lain seperti ISCC (International Sustainability and Carbon Certificate).dan IFEU untuk membuat perhitungan emisis gas rumah kaca sederhana tetapi tetap kredible. Demikian juga dengan RSPO dan komisi Uni Eropa.

Untuk memenuhi EU RED (Renewable Energy Directive) maka ISPO sudah membuat kriteria emisi gas rumah kaca dan  mengurangi penyebab emisi gas rumah kaca. Emisi methane pada limbah cair dihilangkan dengan metahane capture yang akan wajib tahun 2020. Dengan insentif pemerintah maka sebelum tahun 2020 diharapkan 60% dari PKS sudah melaksanakan methan capture. Demikian juga untuk memenuhi kriteria USA EPA.

Saat ini ada 10 perusahaan yang sudah mendapatkan sertifikat ISPO. Ada 15 lagi yang sudah dalam tahap akhir untuk mendapatkan sertifikat. Tahun 2013 ditargetkan 200 perusahaan proses auditnya sudah selesai. ISPO untuk petani plasma dan swadaya juga sudah siap.Prinsip dan kriterianya sudah diujicobakan di beberapa kebun plasma.

Darrel Webber , Sekjen RSPO menyatakan RSPO dan ISPO tidak saling berkompetisi melainkan saling melengkapi. Prinsip utama ISPO adalah aspek legalitas yaitu sesuai aturan dan di RSPO hal pertama sebelum mendapat sertifikasi adalah aspek legalitasnya harus terpenuhi.

ISPO bersifat wajib sedang RSPO sukarela, yang minta adalah pasar. ISPO berasal dari pemerintah sedang RSPO merupakan kesepakatan antar stakeholder. ”Dua-duanya harus hidup. Seperti Pesi cola dan Coca cola sampai sekarang dua-duanya juga berkembang, tidak ada masalah,” katanya. (MEDBUN 115)

 

Add comment


Security code
Refresh

KOMODITI

News image

Turki Berharap CPO Indonesia

Indonesia memang banyak memiliki produk pertanian unggulan ekspor, diantaranya kelapa sawit. Terbukti ditahun 2013 berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Indonesia telah memproduksi 31 juta ton CPO. Angka tersebut le...

READMORE
News image

Saatnya Membangunkan “Si Pucuk Daun”

MEDBUN.NET - Indonesia merupakan negara yang kaya akan rempah-rempah diantaranya teh. Bahkan seperti diketahui sebagian masyarakat gemar mengkonsumsi teh di pagi hari. Melihat hal tersebut maka tidak heran jika Indonesia menjadi produsen ke-7 di duni...

READMORE
News image

Rp 50 Miliar Hanya Untuk Petani 

MEDBUN.NET - Sudah diakui bahwa Indonesia kaya akan komoditas perkebunannya. Hal itu karena sejak jaman penjajahan, Indonesia sudah terlebih dahulu menanam komoditas-komoditas perkebunan seperti komoditas teh. Maka tidak heran jika Indonesia masih me...

READMORE
News image

Kemiri Sunan Paling Siap Untuk BBN

MEDBUN.NET - Kemiri Sunan menurut hasil penelitian Pusat Penelitian Perkebunan (Puslitbun) Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, dengan tingkat penguasaan teknologi yang ada sekarang merupakan tanaman paling potensial untuk dikembangkan jad...

READMORE
News image

Kelapa Sawit Mulai Mengusik Lada

MEDBUN.NET - Harga lada telah memberi keuntungan besar bagi petani di Bangka Belitung (Babel). Dengan harga di atas Rp. 100 ribu per kilogram (Kg), petani lada sangat antusias menanamnya. Hanya saja kegembiraan petani mulai terusik dengan pengembanga...

READMORE
News image

Kelapa Sawit Penyelamat Devisit

MEDBUN.NET - Joefly J. Bahroeny, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Pusat dapat bernapas lega dan tersenyum. Karena hingga saat ini ditengah bergejolaknya krisis ekonomi, Indonesia dapat lolos. Terbukti, berdasarkan catatan GAPKI, memang d...

READMORE
News image

PASPI Organisasi Baru Kelapa Sawit

MEDBUN.NET - Bisnis kelapa sawit yang saat ini menjadi salah satu penunjang ekonomi nasional terbesar juga melahirkan banyak organisasi. Organisasi yang paling baru adalah PASPI (Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute) dengan ketua dewan pe...

READMORE
News image

APTRI Yakin Masyarakat Bisa Terima Kalau Harga Gula Naik

MEDBUN.NET - Harga Pokok Penjualan gula yang diusulkan Dewan Gula Indonesia yaitu Rp 9.500/kg menurut Ketua DPN APTRI Sumitro menguntungkan petani dengan catatan rendemen 7%-7,5%. “Kalau rendemen dibawah misalnya 6 saja petani masih rugi,” katany...

READMORE
News image

Indonesian Standart Coffee Segera Diterapkan

MEDBUN.NET - Kementerian Pertanian akan segera menerapkan Standar Perkebunan Kopi Berkelanjutan Indonesia (ISCoffee). Hingga saat ini draft ISCoffee sudah pada tahap finalisasi. Sosialisasi standar kopi berkelanjutan itu pun terus dilakukan ke berbag...

READMORE
News image

Petani Teh Tak Seindah Panoramanya

MEDBUN.NET - Bertamasya ke perkebunan teh di kawasan puncak, Bogor, Jawa Barat, memang menyegarkan. Tidak sedikit orang Jakarta rela meluangkan waktu untuk bermacet-macet hanya untuk menikmati pemandangan teh yang indah nan sejuk. Rasa stres hilang k...

READMORE
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Daerah
  • Budidaya

REDAKSI MEDBUN

Heri Moerdiono, Hendra J Purba, Suntoro, Ika Sriyantika, Ida Farida, Yogi Riswanto, Yuwono Ibnu Nugroho, Desi Putri Rahayu, Ema Teron, Puspa, Agus

ALAMAT REDAKSI

Kanpus Kementerian Pertanian,  Gedung C. Lt.5 Ruang 507. Jl. RM. Harsono No. 3 Ragunan Jakarta 12550 Indonesia. Telp. 021-78846587, Fax: 021-78846587, Hunting Telp: 021- 7815380 ext. 4529, E-mail: media_perkebunan@yahoo.co.id, website www.mediaperkebunan.net

Template Joomla 1.6

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.