Friday, 14 September 2012 16:04   
PROSPEK KARET MASIH BAGUS

Prospek karet dengan segala dinamikanya masih tetap bagus. Hal itu dibuktikan dari banyaknya pihak yang berniat membangun kebun atau HTI karet. Mereka optimistis karena  permintaan  karet akan tinggi terutama di negara BRICS  yaitu Brazil, India, China  dan Afrika Selatan. Padahal potensi supply nya tidak banyak. Saat ini Vietnam dan Thailand sedang melakukan perluasan. Chairil Anwar, Direktur Pusat Penelitian Karet Indonesia menyatakan hal ini.

Mengembangkan karet di Indonesia relatif lebih menguntungkan. Dari segi klon sudah banyak klon-klon baru yang dihasilkan Pusat Penelitian Karet . Tiap tahun Pusat Penelitian Karet melakukan penyilangan. Pemuliaan di karet baru bisa dinikmati dalam jangka waktu lama.
Perbaikan karet Indonesia bisa dimulai dari hulu yaitu kebun rakyat. Pembibitan kebun rakyat perlu diperbanyak . Program gernas karet yang akan dilaksanakan Ditjen Perkebunan diharapkan bisa mengatasi masalah ini. Sedang revitalisasi karet relatif kurang berjalan karena kendala pada tidak adanya avalis untuk karet.
Petani karet sendiri beragam. Petani yang perlu mendapat bantuan pada umumnya memiliki lahan 1-2 ha. Petani dengan luas lahan sebesar ini belum mampu untuk meremajakan sendiri kebun karetnya. Rata-rata petani karet memiliki lahan 1-2 ha. Mereka menyadap sendiri.
Petani karet yang relatif lebih sejahtera adalah petani dengan luas lahan 3-4 ha. Mereka pada umumnya sudah menyerahkan penyadapan pada buruh sadap, ada dengan sistem bagi hasil ada juga yang diupah. Buruh sadap juga perlu diberi perhatian.
Pusat Penelitian Karet selain meneliti dihulu juga meneliti industri hilir. Beberapa produk Pusat Penelitian Karet yang sudah diproduksi sendiri secara terbatas adalah bantal karet, con blok karet, sabut berkaret untuk jok mobil  dan tandon air terbuat dari karet untuk daerah kering. Pusat Penelitian Karet terbuka bagi investor untuk bekerjasama membuat produk-produk tersebut.
Secara terpisah, Kepala Balai Penelitian Sembawa, Anang Gunawan menyatakan salah satu jasa layanan BP Sembawa adalah rekomendasi  pemupukan bagi perusahaan besar. Biasanya rekomendasi ini diperbaharui tiap dua tahun sekali. Dari jasa ini tiap tahun ada pelanggan baru, rata-rata mereka minta bagaimana meningkatkan produksi karena harga karet sedang tinggi.
“Kita sudah dipercaya oleh banyak perusahaan di dalam negeri. Di luar negeri jasa kita pernah digunakan untuk membuat studi kelayakan penanaman karet di Myanmar, meneliti apakah kondisi iklim dan  tanahnya  sesuai atau tidak untuk karet. Sedang untuk training  Vietnam mengirim  4 orang untuk dilatih disini. Ethiopia juga pernah meminta bibit tetapi tidak lolos”katanya.
Dengan berbagai kesibukan aktivitas bisnis maka peneliti harus berbagi waktu dengan aktivitas seperti pelatihan dan lain-lain. Meskipun demikian peneliti tetap harus melakukan penelitian untuk menghasilkan teknologi. “BP Sembawa banyak menjaring klien swasta dan BUMN karena hasil penelitiannya dan aktivitas bisnis yang kita jalankan untuk menunjang penelitian “  katanya.

 

 

Add comment


Security code
Refresh

KOMODITI

News image

Laba bersih DSN Group Meningkat 323%

MEDBUN.NET - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) membukukan laba bersih kuartal III tahun 2014 sebesar Rp 521,5 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 323% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 123,3 miliar. Kenaikan terseb...

READMORE
News image

PT Hindoli Berdayakan Petani Swadaya

MEDBUN.NET - PT Hindoli terus memberdayakan petani swadaya secara berkelanjutan di sekitar wilayah kebun milik anak usaha perusahaan kelapa sawit Cargill Tropical Palm Holdings di Sumatra Selatan. Karen potensi petani swadaya sangat besar. Dengan alo...

READMORE
News image

Boiler Biomas Kelapa Sawit Jepang Diekspor ke Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Produk boiler biomas kelapa sawitIndonesia untuk pembangkit listrik tenaga biomas, dari Kamaishi Katagishi, perfektur Iwate, utara Tokyo, Rabu (8/10/2014) mulai diekspor ke Indonesia dari Pelabuhan Kamaishi, dengan upacara ke...

READMORE
News image

Indonesia Perjuangkan CPO di APEC Beijing

MEDBUN.NET - Dalam upaya memasukan produk minyak sawit (CPO) masuk pada daftar produk ramah lingkungan (The List of Environmental Goods), Pemerintah akan mengubah strategi dengan mengangkat isu rural development dan poverty alleviation di forum APEC....

READMORE
News image

Disbun Riau Terus Kembangkan Kopi Sempiyan Meranti

Bagi masyarakatan kabupaten kepulauan Meranti tidak asing lagi dengan jenis kopi Sempiyan ini. Sempiyan merupakan istilah lokal untuk jenis kop labrika (campuran arabika dan robusta) yang disandangkan di hampir seluruh kecamatan di Meranti. Selama in...

READMORE
News image

Harga Minyak Nabati Kembali Lesu

MEDBUN.NET - Memasuki akhir triwulan ke III harga minyak nabati kembali mengalami kelesuan. Hal itu terjadi juga pada minyak kedelai dan kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesi...

READMORE
News image

Penurunan Ekspor CPO Dipengaruhi Dua Hal

MEDBUN.NET - Mengakhiri triwulan ke III ekspor crude palm oil (CPO) asal Indonesia mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Apa penyebabnya? Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ...

READMORE
News image

2015, Harga Cengkeh dan Tembakau Merosot?

MEDBUN.NET - Tahun 2015 harga cengkeh dan tembakau ditingkat kembali diprediksi akan merosot. Mengapa demikian? Syamsul Hadi, peneliti FISIP Universitas Indonesia membenarkan bahwa harga cengkeh dan tembakau tahun depan diprediksi akan mengalami keme...

READMORE
News image

Produksi Getah Karet Makin Sedikit

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Rendahnya harga karet dibawah harga beras yang mencapai Rp 7 ribu per kilogram diperparah dengan semakin sedikitnya getah akibat pengaruh musim kemarau. Dengan curah hujan sedikit, getah karet sulit keluar dari batangnya s...

READMORE
News image

Iklim, Menurunkan Produksi Teh Hingga 50%

MEDBUN.NET - Pergantian cuaca pada semester ke II ternyata memukul produksi teh terutama pada sentral area terbesar yaitu di Jawa Barat Endang Sopari, Wakil Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia mengakui, bahwa produksi teh di Jawa Barat telah menurun ...

READMORE
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Daerah
  • Budidaya