Monday, 09 April 2012 13:26   
Potensi Gambut untuk Sawit Besar

Menurut Winarna, peneliti dari dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan berdasarkan penelitian PPKS pada lahan gambut berbagai tipe selama ini, ternyata lahan gambut memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan bagi pengembangan kelapa sawit. Tercatat lahan gambut masih memiliki potensi cukup tinggi 12-27 ton Tandan Buah Segar (TBS) per hektar per tahun dengan rata-rata rendemen minyak sawit berkisar antara 21-23 persen atau 2 persen lebih rendah dibandingkan tanah mineral.

Dikatakannya, saat ini sekitar 20 juta hektar lahan gambut tersebar di Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan. Dari luasan tersebut, lanjutnya, baru sekitar 700-800 ribu ha yang dimanfaatkan untuk budidaya kelapa sawit dari total luas perkebunan kelapa sawit Indonesia yaitu 7,8 juta ha.

Meski demikian bukan berarti pemanfaatan lahan gambut tanpa hambatan. Winarna mencatat masih ada beberapa hambatan yang harus di atasi, diantaranya; dominannya jenis ombrogen dengan kesuburan oligotroik, drainase jelek, kematangan dam kedalaman yang bervariasi, bulk density sangat rendah , daya dukung fisik terhadap tanaman rendah , bersifat kering dan mudah terbakar, ph rendah, kejenuhan basa rendah, dan masalah ketersediaan hara makro.

Pada kondisi alami, rawa gambut umumnya memiliki muka air yang tinggi atau bahkan tergenang, untuk itu harus dilakukan drainase secara terkontrol sehingga tanaman tumbuh dengan baik. Sistem tata air yang baik adalah mempertahankan water level pada 50-75 cm dari permukaan gambut. Selain itu, lanjutnya, harus didukung infrastruktur jalan dan jembatan, pemupukan serta kultur teknis standar.

”Potensinya sangat besar untuk pengembangan sawit di lahan gambut agar sustain. Pengembangan sawit di lahan gambut memiliki tingkat produktifitas yang bervariasi. Selain itu, pengembangan lahan juga membutuhkan infrastruktur yang mahal,” tutur Winarna (SH).

 

Add comment


Security code
Refresh

KOMODITI

News image

Harga Kelapa Sawit di Bengkulu Anjlok

Metrotvnews.com, Bengkulu: Harga tandan buah segar sawit yang dijual di tingkat petani di wilayah Provinsi Bengkulu kembali turun dari Rp800 per kilogram (kg) menjadi Rp650 per kg. "Sudah dua kali turun dalam sebulan ini, sekarang hanya Rp650 per kg,...

READMORE
News image

Menkeu Ubah Tarif Bea Keluar 24 Produk Kelapa Sawit

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mengubah tarif bea keluar 24 komoditas kelapa sawit dan produk turunannya menyusul terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 136/PMK.010/2015 pada 15 Juli 2015. Beleid tersebut merupakan perubahan keempat ...

READMORE
News image

Kopi Luwak Produksi Nyoto Wakili Indonesia di 12th China-Asean Expo

BANJARMASINPOST.CO.ID, SELATPANJANG - Kopi luwak yang diproduksi oleh Nyoto, warga Desa Kedaburapat Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti terpilih mewakili Indonesia dalam "12th China-Asean Expo (Caexpo)" di Guangxi International Co...

READMORE
News image

Pungutan Perdana Kelapa Sawit Capai Rp21 Miliar

VIVA.co.id - Setelah melakukan pungutan perdana pada 16 Juli 2015 lalu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit telah mengumpulkan dana sejumlah Rp21 miliar. Diperkirakan sampai akhir bulan ini dana yang terkumpul bisa mencapai Rp1 triliu...

READMORE
News image

Kelapa Sawit Jadi Andalan Penerimaan Pajak Kalbar

PONTIANAK - Kelapa sawit merupakan sektor andalan di Kalimantan Barat dengan pemasukan pajak dengan memberikan kontribusi terbesar dengan persentase 20,79 persen. "Data realisasi penerimaan pajak per kategori di Kalbar untuk kategori perdagangan yait...

READMORE
News image

Forum Kakao Kolaka Mendongkrak Harga Pembelian

MEDBUN.NET - Petani kakoa di Kolaka setidaknya tersenyum karena perusahaan pengumpul bersedia membeli kakao fermentasi dengan selisih hingga Rp. 3000,-/kg. Hal ini tidak lepas dari adanya upaya dari Forum Kakao Kolaka untuk mendorong perbaikan harga ...

READMORE
News image

Kalimantan Tengah Mengumumkan Sertifikasi Yurisdiksi untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan

Jakarta – Pemerintah Kalimantan Tengah berkomitmen untuk mengembangkan pendekatan yurisdiksi untuk produksi kelapa sawit berkelanjutan. Inisiatif ini diluncurkan dengan penandatangan Deklarasi “Kalimantan Tengah Menuju Pembangunan Pedesaan yang R...

READMORE
News image

Harga Jatuh, Petani di Kabupaten Kendal Enggan Tanam Tembakau

KENDAL – Petani tembakau di Kabupaten Kendal dari hari ke hari diperkirakan semakin sedikit. Hal ini dikarenakan banyak dari mereka yang mulai enggan menanam tembakau akibat harganya yang mulai jatuh. Selain itu, pabrikan yang selama ini membeli te...

READMORE
News image

Harga Karet Terus Tertekan

MedanBisnis - Medan. Guna melepas ketergantungan kepada pasar global, Indonesia berencana akan membangun bursa fisik karet di Belawan, Sumatera Utara (Sumut) sehingga produsen bisa ikut menentukan harga. Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia...

READMORE
News image

Pemerintah Pungut Dana Ekspor Kelapa Sawit mulai 1 Juli

JAKARTA - Pemerintah akan memungut dana bagi eksportir kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) mulai 1 Juli mendatang. Hal ini diakui merupakan dukungan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan serta pelaksanaan pe...

READMORE
Monday, 09 April 2012 13:26   
Potensi Gambut untuk Sawit Besar

Menurut Winarna, peneliti dari dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan berdasarkan penelitian PPKS pada lahan gambut berbagai tipe selama ini, ternyata lahan gambut memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan bagi pengembangan kelapa sawit. Tercatat lahan gambut masih memiliki potensi cukup tinggi 12-27 ton Tandan Buah Segar (TBS) per hektar per tahun dengan rata-rata rendemen minyak sawit berkisar antara 21-23 persen atau 2 persen lebih rendah dibandingkan tanah mineral.

Dikatakannya, saat ini sekitar 20 juta hektar lahan gambut tersebar di Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan. Dari luasan tersebut, lanjutnya, baru sekitar 700-800 ribu ha yang dimanfaatkan untuk budidaya kelapa sawit dari total luas perkebunan kelapa sawit Indonesia yaitu 7,8 juta ha.

Meski demikian bukan berarti pemanfaatan lahan gambut tanpa hambatan. Winarna mencatat masih ada beberapa hambatan yang harus di atasi, diantaranya; dominannya jenis ombrogen dengan kesuburan oligotroik, drainase jelek, kematangan dam kedalaman yang bervariasi, bulk density sangat rendah , daya dukung fisik terhadap tanaman rendah , bersifat kering dan mudah terbakar, ph rendah, kejenuhan basa rendah, dan masalah ketersediaan hara makro.

Pada kondisi alami, rawa gambut umumnya memiliki muka air yang tinggi atau bahkan tergenang, untuk itu harus dilakukan drainase secara terkontrol sehingga tanaman tumbuh dengan baik. Sistem tata air yang baik adalah mempertahankan water level pada 50-75 cm dari permukaan gambut. Selain itu, lanjutnya, harus didukung infrastruktur jalan dan jembatan, pemupukan serta kultur teknis standar.

”Potensinya sangat besar untuk pengembangan sawit di lahan gambut agar sustain. Pengembangan sawit di lahan gambut memiliki tingkat produktifitas yang bervariasi. Selain itu, pengembangan lahan juga membutuhkan infrastruktur yang mahal,” tutur Winarna (SH).

 

Add comment


Security code
Refresh

  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Daerah
  • Budidaya

REDAKTUR PELAKSANA

Yuwono Ibnu Nugroho


REDAKSI

Hendra J Purba, Suntoro, Yogi Riswanto,

Desputriayu, Nia, Puspa

ALAMAT REDAKSI

Kanpus Kementerian Pertanian,  Gedung C. Lt.5 Ruang 507. Jl. RM. Harsono No. 3 Ragunan Jakarta 12550 Indonesia. Telp. 021-78846587, Fax: 021-78846587, Hunting Telp: 021- 7815380 ext. 4529, E-mail: media_perkebunan@yahoo.co.id, website www.mediaperkebunan.net

Template Joomla 1.6

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.